Sehat adalah Investasi (2)

dr. Zaenal Abidin, MH. – Ketua Umum PB. Ikatan Dokter Indonesia 2012-2015 dan Salah satu Pendiri Yayasan Gema Sadar Gizi 2010

Oleh: Zaenal Abidin

Sehat itu invstasi dan Sakit itu mahal.  Manusia tak selalu memliki kemampuan membayar guna mengembalikan kesehatannya yang sudah terlanjur rusak. Padahal sebetulnya begitu banyak penyakit yang merusak kesehatan yang sebetulnya dapat dicegah.

Seringkali manusia baru menyadari betapa pentingnya hidup sehat yang tidak membutuhkan  ongkos cukup besar ketika ia sedang menebus harga obat yang diresipkan oleh dokter. Atau ia terpaksa harus masuk rumah sakit menjalani perawatan di rawat inap karena kondisi penyakitnya . Padahal, andai sejak awal disadari tentu kondisi sakit itu dapat dihindari, dicegah atau setidaknya dapat diantisipasi secara dini sehingga tak perlu masuk rumah sakit.

Sakit tidak murah, mahal. Apalagi bila yang sakit itu adalah tulang punggung rumah tangga, pasti terasa sangat berat. Beban berat semacam ini sering kali tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, namu sering pula turut ditanggung oleh keluarga jauh atau bahkan tetangga. Karena itu, hanya dengan menguasai caranya dan memiliki kemauan berperilaku hidup sehat maka ongkos sakit itu tak perlu dikeluarkan. Dana tak perlu terbuang, dan waktu produktif pun tak perlu melayang.

Setiap dikemukakan pada tulisan sebelumnya, bahwa setiap terlahir memiliki modal dasar sehat, tinggal butuh keinginan kuat untuk merawatnya. Modal dasar sehat dan keinginan kuat untuk merawat ini adalah suatu investasi besar. Kita perlu menanam suatu kebiasaan dan budaya hidup sehat, kepada diri sendiri, keluarga dan kepada semua orang yang ada di sekitar kita.

Setiap orang yang tahu cara mengasuh dan membesarkan anak dengan sehat, akan menanamkan bekal sehat yang lebih besar dibanding bila mereka tidak menguasainya. Tingkat  wawasan dan kesadaran hidup sehat yang dimiliki seseorang sangat menentukan tingginya derajat kesehatan yang dimiliki orang tersebut dan keluarganya. Memberi ASI Ekslusif kepada bayi sampai berumur enam bulan juga merupakan investasi jangka panjang. Anak yang diberi gizi yang baik, ditata sempurna, seimbang juga merupakan investasi agar terbentuk organ-organ tubuh yang kuat dan sempurna. Demikian pula bila anak itu diberi imunisasi lengkap.

Merupakan suatu investasi bila orang tua mengajarkan cara makan yang benar dan baik. Memilih makan yang halal dan sehat. Membiasakan mencuci tangan sebelu makan, berdo’a sebelum/sesudah makan dan seterusnya. Masih banyak contoh investasi yang perlu dilakukan kepada diri dan anggota keluarga, secara khusus kepada anak-anak kita.

Kunci untuk membuka pintu tubuh yang sehat dibangun oleh kebugaran setiap selnya. Terdapat miliaran sel tubuh yang perlu dirawat, dipelihara kebugarannya. Sel-sel tubuh setiap saat memutar mesin tubuh sehingga berjalan lancar. Kini perhatian dunia medis tertuju kepada bagaimana agar sel-sel tubuh yang bagai mesin itu tetap dalam kondsi bugar. Dan disini diperlukan nutrisi lengkap selain oksigen yang senantiasa cukup setiap saat, sebab sel tubuh tak boleh kekurangan keduannya.

Kekurangan satu zat makanan sebetulnya sudah dapat membuat mesin tubuh pincang. Namun mesin tubuh yang pincang tidak serta-merta akan mengganggu tampilan hidup. Mungkin juga tidak terasakan ada keluhan, tanda, atau gejala apa pun. Bahkan mungkin tidak ada gambaran penyakit apa pun selama tarafnya masih tergolong ringan.

Sebagian orang yang kelihatan sehat, namun tercatat ada masalah gizi. Kelihatan bugar, berat badan tidak kurus, tidak pucat, dan aktivitas sehari-harinya berjalan normal, namun mesin tubuhnya sudah pincang.

Bekaitan dengan kebugaran sel, kita bisa memperhatikan bagaimana manfaat puasa bagi orang yang berpuasa. Misalnya, puasa meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, melindungi otak, mendorong respon stres yang sehat, menyehatkan kulit, membikin awat muda dan panjang umur dengan memperlambat penuaan, meningkatkan fungsi organ reproduksi dan organ tubuh lain, serta regenerasi sel.

Sehubungan dengan regenenerasi sel, kita mengenal al-shiyam atau puasa. Puasa dalam Islam atau syara’ diartikan menahan diri dari segala yang dapat membatalkan puasa sehari penuh, dari segala hal yang dapat membatalkan puasa sehari penuh, dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Nabi Saw., bersabda, “Shumu Tashihhu; Puasalah niscaya kamu akan sehat.” (HR. al-Thabrani). Puasa akan membuat tubuh mendaur ulang sel. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam. Puasa juga akan menyebabkan terjadinya peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada organ urogenitalis dan alat reproduksi lainnya. “…Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184).

Memelihara tubuh lebih baik dan murah dibanding mereparasi

Upaya memelihara dan merawat tubuh juga merupak suatu investasi. Ongkos memelihara dan merawat tentu tidak lebih mahal dibanding mereparasi yang sudah terlanjur rusak. Tidak lebih mahal dibanding mengobati yang sudah sakit. Diagnosis sehat sama perlunya dengan diagnosis sakit. Karena itu pada mulanya tubuh juga perlu dijaga kebersihannya. Tentu semua orang tahu bahwa bersih itu sehat, dan kotor itu kemungkinan besar mengandung banyak penyakit.

Dalam keseharian kita tidak selamanya kita mamapu menghindar dari ancaman lingkungan yang tidak sehat. Sanitasi yang tidak bersih, udara yang banyak polusi dan berpenyakit, air dan tanah tercemar bahan kimiawi berbahaya, comberan, sungai dan parit yang juga tercemar. Semua itu menjadi amat rumit untuk diatasi. Artinya, tidak semua problem yang ada di lingkungan dapat kita atasi. Karena itu hanya dengan cara memperkuat daya tahun tubuh satu-satunya cara menangkalnya.

Kunci awal dan utama menjadikan tubuh kuat adalah bersih. Tubuh harus dijaga kebersihannya. Bahkan dengan membiasakan diri dan keluarga mencuci tangan pakai sabun secara teratur lalu membilasnya dengan air mengalir sudah mampu membebaskan tubuh kita dari serangan berbagai macam bibit penyakit. Tentu saja harus dipastikan bahwa airi mengalir yang dipakai membilas adalah air yang benar-benar bersih. Sebut saja, tifus, kolera, disentri, hepatitis, cacingan, flu, dan sebagainya. Apalagi bila kita juga secara teratur mandi dengan menggunakan sabun, tentu merupakan suatu uapaya menghidarkan tubuh dari penyakit. Dan juga adalah suatu investasi yang sungguh berbiaya murah. Kebiasaan baik ini tentu saja makin banyak faedahnya bila “ditularkan” kepada tetangga dan masyarakat sekitar lainnya.

Contoh investasi lain adalah bagaimana tahu cara menggunakan mata, melihat dan membaca yang benar, menggunakan telinga mendengar bunyi-bunyian dan menghindari yang dapat merusak pendengaran. Demikian pula, hidung, gigi, organ dan anggota tubuh yang lain. Karena itu sebetulnya untuk sehat itu amat murah bila kita tahu. Diperlukan niat dan kemauan untuk melaksanakannya. Sebab itu, tak perlu menjadi kaya raya dulu baru menjadi sehat.

Bagi mereka yang selama hidupnya belum membiasakan diri hidup sehat, diperkirakan sekarang ini modal sehat yang diperoleh sejak kecil, sudah menyusut atau tidak utuh lagi. Namun demikian, tidak ada kata terlambat untuk memulai investasi sehat. Tentu saja selalu ada sisi manfaat berinvestasi sehat kapan pun memulainya.

(Penulis adalah Ketua Umum PB. Ikatan Dokter Indonesia, periode 2012-2015 dan Salah satu Pendiri Yayasan Gema Sadar Gizi ,Tahun 2010)

Griya Madani I, 24 Februari 2020

Sumber bacaan:

  1. Abdurrahman Al-Jaziri: Fiqh Empat Madzhab,Jilid 4. Penerbit Darul Ulum Press, Cetakan kedua, November 2002.
  2. Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 184.
  3. Handrawan Nadesul: Sehat itu Murah. Penerbit Kompas, Jakarta, 2007)