Saran Dokter & Praktisi Gizi Untuk Puasa di Tengah Pandemic Covid-19

Ilustrasi Ramadan (foto: Pngtree)

SadarGizi.com – Menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi covid-19 saat ini ramai diperbincangkan. Banyak pertanyaan bermunculan, aman atau tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi covid-19? Bahkan ada anggapan bahwa puasa melemahkan daya tahan tubuh yang berpengaruh pada risiko terpapar covid-19.

Menjawab pertanyaan tersebut, dilansir dari liputan6.com, dokter spesialis penyakit dalam Iris Rengganis menjelaskan, apabila mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tetap di rumah (stay at home), puasa Ramadan dapat dilakukan dengan baik.

“Kalau kita mematuhi aturan pemerintah dengan work from home (kerja dari rumah), pokoknya enggak ke mana-mana untuk sementara waktu. Kita baik-baik saja, dengan catatan, selama puasa Ramadan di rumah, kita menerapkan pola hidup sehat. Waktunya berbuka puasa ya buka puasa, waktunya sahur ya kita sahur.” Jelas dr. Iris, Jumat (17/04).

Selain menjalankan ibadah puasa di rumah pun agar tetap sehat dan terhindar dari paparan covid-19. Dr. Iris juga menjelaskan bahwa kita perlu tidur yang cukup dan tetap terhidrasi dan tidak boleh berpuas jika sedang sakit.

“Perbanyak minum dan tidur cukup. Boleh juga dapat tidur lebih cepat (sehingga bangun sahur segar), konsumsi makanan yang sehat. Jika kondisi badan sedang sakit, maka boleh tidak berpuasa dulu. Anda dapat mengganti puasa tatkala kondisi badan sudah lebih baik”.

Hal yang sama juga di anjuran untuk berpuasa dengan tetap beraktivitas di rumah juga disampaikan oleh praktisi gizi klinik Tirta Prawita Sari. dr. Tirta menganjurkan masyarakat Indonesia yang akan berpuasa di tengah pandemi covid-19 agar mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap di rumah.

“Karena begitu kita terserang infeksi, kebutuhan kita akan lebih banyak. Makan yang seimbang, pastikan untuk memperhatikan cairan pada saat berbuka dan sahur. Multivitamin hanya ketika kita tahu bahwa kita butuh. Berikan pada orang lain yang sedang sakit atau pada dokter yang membutuhkan.” (Sy)