Saran Dokter Gizi Klinik Agar Tidak Dehidrasi Saat Puasa

dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK

SadarGizi.com – Puasa ramadhan yang akan dilaksanakan umat islam beberapa hari kedepan, menjadi perhatian khusus dari praktisi gizi klinik. Seperti kita ketahui, seseorang yang menunaikan ibadah puasa ramadhan dilarang untuk minum air selama berpuasa. Yang tentunya berpengaruh terhadap keseimbangan cairan tubuh.

Hal ini disampaikan Akademisi dan Praktisi Gizi, dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK  dalam diskusi online dengan tema ; “Puasa: Sehat dan Menyehatkan” yang diselenggarakan oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Departemen Kesehatan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Rabu (22/04).

  1. Tirta yang juga merupakan Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi menjelaskan bahwa dalam kondisi puasa tak jarang orang mengalami dehidrasi. Untuk mengatasi dehidrasi akibat berpuasa maka penting untuk menjaga keseimbangan cairan.

“Dianjurkan untuk mencukupkan asupan cairan saat waktu berbuka hingga sahur. Pastikan kebutuhan cairan (sekitar 2-2,5 liter) terpenuhi.”

Selain itu, dr. Tirta menyarankan untuk konsumsi air secara bertahap agar pola minum disesuaikan, sehingga tidak kembung dan tidak memberatkan fungsi ginjal.

“Terkait pola minum air bisa disesuaikan misalnya saat buka puasa minum satu gelas, saat makan ketika berbuka satu gelas dan seterusnya hingga kuota kebutuhan terpenuhi hingga ketika sahur. Disesuaikan dengan kondisi tubuh kurang lebih 2-2,5 liter.”

Bagi yang memiliki aktivitas berleihan, dr. Tirta menganjurkan untuk mengkonsumsi air dalam jumlah yang banyak.

“Ketika kita memiliki aktivitas yang tinggi atau olahraga maka dianjurkan untuk mengkonsumsi air dalam jumlah yang banyak untuk menjaga cairan tubuh sehingga dehidrasi dapat segera teratasi.”

Untuk menjaga cairan tubuh tetap seimbang diajurkan juga untuk menghindari aktifitas outdoor yang berlebihan terutama saat cuaca panas.

“Hindari aktifitas outdoor yang berlebihan terutama saat cuaca panas. Gunakan payung dan seringlah membasuh muka dan tangan agar tidak dehidrasi. Pantau warna urine saat berbuka, jika masih pekat artinya hidrasi belum baik. Tambahkan lagi cairan sampai urine terlihat kuning muda cenderung bening.” Uangkap dr. Trita. (Sy)