Menyiapkan Generasi Yang Kokoh Menurut Ustad Hayyi

Ustad Abul Hayyi Nur, S.Pd.I, S.Sos (foto: facebook)

SadarGizi.com – Saat ini, fokus pembangunan sumber daya manusia (SDM) salah satunya adalah pendidikan karakter yang menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar, serta penyiapan generasi yang cakap dan terampil.

Hal ini dikarenakan masih ditemukan tingginya angka kriminalitas dikalangan siswa dan remaja (tawuran, geng motor), budaya mencontek disekolah, sex bebas, alkoholik, narkoba, bullying, bahkan sikap tidak santun terhadap orang tua dan guru.

Pimpinan Pesantren Syawarifiyyah Rorotan, Ustad Abul Hayyi Nur, S.Pd.I, S.Sos, dalam diskusi daring Membangun Generasi Unggul Jumat (01/05) yang diselenggarakan oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Departemen Kesehatan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menjelaskan bahwa untuk membentuk generasi yang kokoh, kita bisa mengambil intisari dari nasehat Lukman Kepada anaknya.

“dalam nasehat Luqman kepada anaknya bisa diambil intisari bahwa Remaja, Pemuda kokoh dalam Pandangan Islam adalah :

  1. Tidak mempersekutukan Allah, yakni ketauhidan mesti ada dalam hati pikiran pemuda itu agar tingkah dan prilakunya ada ridho Allah SWT. QS. Luqman 13

وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya, semasa dia memberi nasihat kepadanya : Wahai anak kesayanganku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman yang besar. QS. Luqman 13

  1. Berbuat baik atau berbakti pada kedua orang tua

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡن وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ

Dan kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada ibu bapaknya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepadaku lah kembalimu.  QS. Luqman 14

  1. Pemuda harus menyakini ada Allah Maha Melihat, yang terus memantau gerak geriknya.

يَٰبُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٍ مِّنۡ خَرۡدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخۡرَةٍ أَوۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيْرٌ

“(Luqman berkata): Wahai Anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” QS Luqman : 16

  1. Dirikan Sholat dan Menyeru pada kebaikan.

يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ

Dalam ayat tersebut dijelaskan, “Hai Anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”. QS Luqman : 17

Luqman sangat bijaksana dalam cermat dalam menasehati anaknya, karena nasehatnya Dirikan Sholat artinya perbaiki hubungan kepada Sang Pencipta terlebih dalulu dan jangan lupa hubungan manusia jangan ditinggalkan, jika kita sudah memperbaiki hubungan kita kepada Allah SWT maka dalam menyeru kebaikan Allah yang mengaturnya apakah manusia mau menerima atau menolaknya.

  1. Janganlah Sombong

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُورٍ

 

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkan lah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.”. QS. Luqman 18

 

Ustad Hayyi juga menambahkan bahwa untuk generasi milenial saat ini harus didik dan diarahkan oleh orangtuanya dan orangtua harus mengupgrade pengetahuannya baik pengetahuan agama mau pun ilmu-ilmu lain.

“orangtua harus mendidik serta mengarahkan anak-anak milenial saat ini, dan sebagi orang tua harus tetap mengupgrade pengetahuannya baik pengetahuan agama mau pun ilmu-ilmu lain, linkungan keluarga kita dasari dengan menanamkan pemahaman Aqidah yang mendasar, setelah itu Akhlaq dan Etika asupan kedua.”

Selain itu, orangtua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya.

“disamping asupan penguat fisik anak-anak kita. Dan adanya Uswah hasanah dari kedua orang tua. Orang tua tidak menjadi polisi adab semata atau penceramah ulung di dalam keluarga tapi mengarahkan dengan contoh teladan. Setelah itu barulah kita berserah diri kepada Allah SWT, karena segala sesuatu yang terjadi dan ketentuan Allah SWT hanya milikNya.” tutup Ustad Hayyi. (Sy)