dr. Tirta: 1000 Hari Pertama Kehidupan Menentukan Kualitas Anak Dimasa Depan

dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK (foto: liputan6.com)

SadarGizi.com – Periode terpenting perkembangan kemampuan kognitif anak adalah pada masa sebelum anak berusia 5 tahun. Pada masa ini puncak perkembangan terjadi, sehingga di masa ini segala bentuk intervensi yang dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan anak menjadi sangat efektif.

Untuk berlajar, seorang anak tidak boleh kekurangan energi, tidak boleh anemia dan diharapkan memiliki status kesehatan yang optimal. Dukungan fisik dalam hal ini gizi bersama dengan stimulasi psikis menjadi bahan baku yang sangat penting. Dalam masa tersebut, terdapat masa perkembangan dengan plastisitas tertinggi, yaitu pada 1000 hari pertama kehidupan, yaitu pada 9 bulan kehamilan dan hingga dua tahun setelah ia dilahirkan.

Dalam diskusi online menyambut hari pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei yang diselenggarakan Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Departemen Kesehatan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Akademisi sekaligus Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK, menjelaskan bahwa masa 1000 hari pertama kehidupan merupakan masa yang tepat untuk memperbaiki kualitas anak.

“masa 1000 hari pertama kehidupan ini dikenal pula dengan nama window of opportunity. Anak yang melewati masa ini dengan baik akan memiliki kualitas yang baik dimasa depan.”

Begitu pentingnya 1000 hari pertama kehidupan bagi anak, dr. Tirta menyarankan untuk memperhatikan asupan zat gizi anak sehingga tidak memiliki dampak kesehatan yang permanen.

“tubuh anak memiliki kemampuan tertinggi dalam penyesuaian atas trigger apapun yang diberikan padanya, termasuk didalamnya asupan zat gizi. Masa ini adalah masa yang tepat untuk melakukan perbaikan apabila terjadi kekurangan asupan yang terjadi sebelumnya. Karena bila koreksi tak segera dilakukan pada masa ini, maka dampak pada kesehatan anak akan permanen.”

Agar anak berkembang dengan baik, anak harus diproteksi dari segala faktor dan dihindarkan dari asupan gizi dan faktor lain yang mempengaruhinya.

“untuk memperbaiki generasi harus memberikan faktor-faktor protektif supaya anak tumbuh bagus dan berkembang dengan baik. Faktor proteksi yaitu responsive care, skilled birth attendant, social and group support, birth registration, immunisations, support for early child development, school achievement, parity in education, safe learning environments ICT Literacy dan universal access to SRH. Anak juga harus dihindarkan dari asupan gizi yang jelek, kondisi psikis yang kurang bagus, berat bayi lahir rendah, premature, malnutrisi pada saat anak, child labour, commercial exploitation, child marriage, dan adolesent birth”. Jelas dr. Tirta. (Sy)