Praktisi Gizi: Hindari Anemia Defisiensi Zat Gizi Anak, Zat Besi Ibu Harus Dipersiapkan Sejak Dini

dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK.

SadarGizi.com – Zat besi merupkan unsur penting yang sangat dibutuhkan tubuh. Zat besi juga sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak. Sementara itu, kemampuan kognitif anak akan sangat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya anemia.

Pentingnya zar besi sebagai unsur pembentukan kognitif ini, menjadi perhatian dari praktisi gizi, dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK.

Hal itu disampaikan pada saat diskusi virtual menyambut hari pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, yang diselenggarakan oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Departemen Kesehatan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

dr. Tirta yang juga merupakan Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, mengungkapkan bahwa untuk menghindari resiko anemia pada anak, status gizi ibu utamanya status zat besi ibu harus dipersiapkan sejak dini.

“Pemberian suplementasi zat besi yang dilakukan sejak remaja sangat penting untuk menjamin cadangan zat besi saat ia hamil nantinya. Cadangan besi ibu ini akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan semasa kehamilan, saat persalinan dan saat menyusui. Cadangan besi ibu turut membentuk cadangan besi bayi.”

Jika tidak terpenuhi atau adekuat cadangan besi bayi yang menjadi sumber pemenuhan kebutuhan zat besi bayi pada masa 6 bulan pertama maka ibu dan bayi akan berpotensi mengalami anemia defisiensi zat besi.

“Cadangan besi bayi akan menjadi sumber pemenuhan kebutuhan zat besi bayi pada masa 6 bulan pertama. Jika cadangan ini tidak adekuat, maka ibu dan bayi akan berpotensi mengalami anemia defisiensi zat besi.” Jelas Tirta. (Sy)