Ahli Otak: Sedekah Memberi Efek Kebahagiaan

Dr. dr. Taufik Pasiak, M.Pd., M.Kes (foto: uai.ac.id)

SadarGizi.com –┬áSedekah seringkali dibahas dari aspek religius, sosial, dan ekonomi. Pembahasan sedekah dari aspek kesehatan masih belum banyak dikaji. Apalagi manfaatnya yang dapat meberikan kebahagiaan. Semua orang banyak memahami bahwa sedekah hanya memberi efek sosial dan ekonomi bagi yang menerimanya. Dan mendapatkan efek spritual atau pahala bagi yang memberi sedekah.

Dalam diskusi virtual, Sedekah: Sehat dan Menyehatkan, Sabtu (9/05) yang diselenggarakan oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), dan Departemen Kesehatan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Ahli Otak Dr. dr. Taufik Pasiak, M.Pd., M.Kes mengungkapkan bahwa ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain maka akan memberi efek kebahagiaan pada kita.

“Kita memberikan sesuatu kepada orang lain akan memberi efek kebahagiaan. Jika kita memberi maka akan meningkatkan hormon dopamine dan oksitosin.”

dr. Taufik Pasiak yang juga merupakan Ketua Pusat Studi LPPM Unstrat Manado menjelaskan bahkan sekecil apapun sedekah, akan memberi efek kebahagiaan.

“Memberi tak harus uang atau barang, yang paling kecil adalah senyuman. Bahkan ketika orang bertanya tentang alamat rumah. Orang yang mejelaskan alamat rumah dan bertanya akan berbeda tingkat kepuasannya. Jika penjelasannya secara detail maka akan memberikan rasa kepuasan yang tinggi”.

Selain memperoleh kebahagian dan kepuasan dengan meningkatnya hormon dopamine dan oksitosin, orang yang bersedekah akan mendapatkan kesenangan dengan berfungsinya nucleus accumbens dalam otak.

Dalam struktur otak ketika kita memberi, maka yang berfungsi adalah nucleus accumbens yang akan memberikan kesenangan. Sehingga dengan kita memberi maka kita akan diuntungkan, buka hanya orang yang diberi sedekah. (Sy)