Ustad Sabri: Sedekah Adalah Ujian Iman Dengan Keberpihakan Pada Kemanusiaan

Dr. Muhammad Sabri AR., MA

SadarGizi.com РSedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Karena orang-orang yang bersedekah, mereka mengeluarkan hartanya  untuk orang lain dan kemaslahatan umum.

Ada dua karakter yang dianjurkan oleh Allah SWT yakni memberi makan pada orang miskin, dan memberi perlindungan kepada orang-orang yang mengalami kecemasan dan lemah secara ekonomi.

Sedekah merupakan ujian keimanan, karena banyak orang yang bahkan memiliki harta berlimpah tapi jarang bahkan tidak pernah menyisihkan hartanya untuk orang yang kekurangan atau fakir.

Hal itu disampaikan Ketua Departemen Cendekiawan BPP KKSS Ustad Dr. Muhammad Sabri AR., MA. dalam diskusi virtual, Sedekah: Sehat dan Menyehatkan, Sabtu (9/05) yang diselenggarakan oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), dan Departemen Kesehatan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

“Sedekah dalam makna tekstual bisa berarti zakat, dan zakat dapat bermakna infak. Sedekah itu kita mengeluarkan harta kita kepada orang lain, sehingga sedekah adalah ujian iman dengan keberpihakan kepada kemanusiaan.”

Menurut Ustad Sabri, sedekah memiliki dua dimensi, yakni membersihkan secara materil dan membersihkan secara spiritual. Untuk itu, beriman tapi tidak bersedekah diasumsikan sebagai orang yang sakit.

Untuk tidak mengurangi kualitas keimanan kita, Ustad Sabri menyarankan untuk selalu memberi makan dan tidak boleh menghardik anak yatim.

“Jangan menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin/yatim, karena akan mengurangi kualitas keimanan kita.” (Sy)