Menyonsong HARKITNAS; Gerakan Masyarakat Sadar Gigi, KoaLizi dan KKSS Gelar Webinar Kebangsaan

Poster Diskusi Online Menyongsong Hari Kebangkitan Nasional 2020

SadarGizi.com – Sejarah panjang peradaban dunia menunjukkan kemampuan bangsa-bangsa yang unggul untuk bangkit dari keterpurukan. Sejarah Kebangkitan Nasional bangsa Indonesia dimotori oleh kalangan terdidik dan tercerahkan. Adalah panggilan bagi setiap anak bangsa untuk ikut serta merawat dan memajukan bangsanya. Insan kesehatan pada waktu itu tidak hanya mampu mengobati tetapi mereka juga adalah intelektual publik, agen pengubah, dan agitator politik.

Tantangan global mendorong pentingnya biosekuriti dan membangun kedaulatan nasional setiap negara untuk menangkal berbagai pengaruh dari luar yang tidak senafas dengan jatidiri bangsa. Memperkuat kedaulatan negara dari pengaruh luar tidak hanya pada masalah idiologi, politik, ekonomi, radikalisme, dan berbagai hal negatif lainnya, namun, yang tidak kalah pentingnya adalah membangun dan memperkuat ekosistem kesehatan. Dengan ekosistem kesehatan yang baik akan memudahkan setiap subsistem bekerja dengan baik sebab terintegrasi satu dengan yang lainnya. Sehingga dalam menghadapi persoalan kesehatan tidak gagap dan panik seperti saat memerangi pandemi Covid 19.

Pandemi Corona menguji kualitas suatu bangsa setidaknya dalam tiga hal penting yakni Kepemimpinan dalam krisis, Solidaritas Sosial, dan Sistem Kesehatan Nasional. Sistem kesehatan yang hidup, bergerak dinamis, terhubung antar subsistem kesehatan satu dengan lainnya dan juga tersambung dengan subsistem lain di luar sistem kesehatan, sebagai bagian dari subsistem kedaulatan nasional. Sementara itu, kepemimpinan nasional yang kokoh adalah kunci utama untuk melahirkan dan menggerakkan sistem kesehatan terbaik.

Sejarah menunjukkan bahwa kepemimpinan bangsa yang kokoh selalu dipelopori oleh kelompok intelektual yang menjunjung tinggi kearifan dan sains dalam menyelesaikan problematika. Kepemimpinan yang lahir dari pergumulan intelektual ini diharapkan mampu memahami persoalan secara cepat sehingga dalam menyusun dan mengeksekusi kebijakan akan cepat dan tepat sasaran.

Tidak terkecuali dalam isu-isu kesehatan, pemimpin dituntut mampu membedakan dan memposisikan subsistem-subsistem yang ada di dalam sistem kesehatan serta mampu menempatkan sistem kesehatan sederajat dengan sistem lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemimpin harus memiliki visi dan strategi dalam menghadapi serta menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat selaku warga negara.

Pandemi corona menjadi alarm untuk melakukan revitalisasi kedaulatan nasional termasuk di dalamnya reformasi sistem kesehatan nasional, hal ini semacam wake up call untuk bangkit menjadi negara yang berdaulat dan mandiri, tidak hanya di bidang kesehatan tetapi dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bermasyarakat Indonesia. Di luar sektor kesehatan pun juga perlu dibenahi, seperti sektor ekonomi yang disinyalir telah melemah sebelumnya dan kemudian diperparah oleh pandemi. Kelemahan dan ketidakmandirian negara di sektor ekonomi diyakini sangat berpengaruh terhadap kemampuan negara bangsa untuk memenuhi HAM kesehatan warganya. Menjadi negara unggul dan maju!

Pada momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2020 Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), dan Departemen Kesehatan  BPP Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan (KKSS) akan digelar webinar khusus mengangkat tema Kebangkitan Nasional: Saatnya Berdikari dari Keterpurukan.

Diskusi yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Mei 2020 pukul 15.30 s/d 17.30 WIB via Zoom Meeting ini menghadirkan Narasumber Dr. Kurnia Akmal (Ketua IDI Cabang Lombok Timur/Founder Kampung Bahagia Indonesia), Dr. Mahesa Paranadipa, MH. (Ketua Umum Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia/MHKI), Dr. Ardiansyah Bahar, MKM (Direktur LK2PK), Hasanuddin, S.IP., M.AP. (Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya), dan Anang Purwanto (Jurnalis Senior/Produser MNC Trijaya FM). Diskusi akan dipandu oleh Praktisi Kesehatan Dr. Abd. Halik Malik, MKM. (Sy)