Cara Mengolah Menu Sehat Saat Lebaran Menurut Ahli Gizi

dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc, Sp.GK – Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi

SadarGizi.com РJelang lebaran kurang lebih 2 hari lagi, dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc, Sp.GK memberikan tips sehat Mengolah Menu Saat Lebaran dalam Diskusi Online dengan Tema Lebaran Sehat 1441 H yang diselenggarakan Kamis (21/05) oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Literasi Sehat Indonesia (LiSan) dan Departemen Kesehatan  BPP Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan (KKSS).

Ketika ramadhan pola makan kita luar biasa berbeda selama satu bulan, namun saat lebaran idul fitri biasanya perilaku pola makan kita juga langsung berubah. Merujuk ilmu psikologi, dr. Tirta, menjelaskan bahwa seharusnya ketika kita puasa selama dua minggu pertama sudah bisa menjadi faktor kebiasaan.

Namun budaya saat lebaran, karekater menu yang disajikan adalah tinggi gula, tinggi lemak jenuh dan trans, tinggi sodium, rendah serat, tinggi energi dan rendah zat mizi mikro : vitamin dan mineral, ujar dr. Tirta.

Lebih lanjut dr. Tirta yang juga ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi menjelaskan bahwa menu lebaran tinggi energi atau kalori karena satu jenis menu melalui proses pengolahan yang lama dan rumit, satu jenis menu menggunakan banyak bahan. Dan bahan yang digunakan mengandung kalori yang tinggi untuk setiap itemnya.

Untuk itu dr. Tirta menyarankan bahwa proses pengolahan harus sederhana, tidak boleh rumit dan lama.

“misalnya memasak opor ayam, maka ganti santan dengan susu cair, yogurt atau produk lain. Tak perlu menumis bumbu. Kurangi garam, atau gunakan garam diet. Buang kulit ayam. Jika masing menggunakan santan, pisahkan santan. Beri satu atau dua sendok makan kedalam piring sebelum makan. Atau misalnya minuman, sirup atau minuman bersoda disarankan untuk diganti dengan es teh manis stevia.” (Sy)