Yang Perlu Dilakukan Umat Islam Jelang Lebaran Menurut Ustad Hayyi

Ustad Abul Hayyi Nur, S.Pd.I., S.Sos – pPmpinan Pesantren Syawarifiyyah Rorotan, Jakarta Utara

SadarGizi.com – Kurang lebih 2 hari lagi kita memasuki 1 syawal 1441 Hijriyah. Hal ini menandakan bahwa umat islam akan menutup ramadhan dan menyambut lebaran idul fitri.

Dalam Diskusi Online dengan Tema Lebaran Sehat 1441 H yang diselenggarakan Kamis (21/05) oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Literasi Sehat Indonesia (LiSan) dan Departemen Kesehatan  BPP Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan (KKSS). Ustad Abul hayyi Nur, S.Pd.I., S.Sos menjelaskan bahwa 1 syawal sebagai tanda berakhirnya puncak ibadah Ramadhan, yaitu puasa dengan segala larangannya, dan menghidupkan malam Ramadhan yang berbeda perlakuan dari malam-malam lainnya.

Apa saja yang mesti dilakukan menjelang 1 Syawal ? Ustad Hayyi yang merupakan pimpinan Pesantren Syawarifiyyah Rorotan, Jakarta Utara mengungkapkan bahwa ada 9 point yang mesti dilakukan:

  1. Di wajibkan bagi kaum muslimin berpuasa (artinya mencukupkan bilangan puasanya) apakah 29 atau 30 hari. Jika ada perbedaan pendapat dikalangan ulama dalam menentukan 1 sayawal tahun ini.
  2. Jika Puasa sudah sempurna 29 atau 30 hari maka disunnahkan untuk kita bertkabir. Sesuai Al quran Surah Al Baqoroh ayat 185 :

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Dan diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa dia mengeraskan bacaan takbir pada saat Idul Fitri dan Idul Adha ketika dalam perjalanan ke lapangan lokasi shalat. Hal itu dilakukannya sampai imam datang.

  1. Zakat Fitrah, dimana dianjurkan zakat fitrah diserah saat detik-detik terakhir ramdahan atau sebelum khatib naik ke mimbar.
  2. Detik-detik berakhirnya ramadhan sangat dianjurkan untuk melakukan pembersihan rohani dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah, sebagaimana Rasullulloh SAWmenconhtohkan jikalau sudah masuk 10 akhir Ramadhan, rasul semakin giat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah intensitas sholat rasul semakin panjang, dan doa Rasul semakin dipanjatkan kepada sang pencipta.
  3. Memperbanyak ibadah di malam idul fitri. Sesuai hadist Nabi:

من قام ليلتي العيد محتسباً لله تعالى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب

Barangsiapa yang beribadah pada Idul Fitri dan Idul Adha semata-mata mengharap ridha Allah, maka hatinya itu tak akan mati di mana hati-hati orang lain mati (HR Ibnu Majah). 

Arti ibdah disini adalah bertkabir, berdoa, dan istigfar kepada Allah SWT.

  1. Sebelum berangkat untuk sholat Idul Fitri disunnahkan untuk mandi yang waktunya bisa dilakukan sebelum atau sesudah shalat subuh. Sesuai anjuran Rasulullah SAW dan dilakukan oleh para sahabat Nabi. Salah satunya sahabat Ali bin Abu Thalib dan Abdullah bin Umar yang membiasakan mandi sebelum sahlat ID.
  2. Mengenakan pakaian yang terbaik kita, tidak perlu baru, Hadis riwayat Jabir bin Abdillah menyebutkan, Nabi SAW memiliki jubah yang beliau gunakan ketika hari raya dan hari Jumat. Akan tetapi, jangan pula berlebih-lebihan
  3. Makan atau sarapan sebelum berangkat ketempat shalat atau mau melaksanakan sholat dirumah (dalam keadaan darurat pandemic covid-19), dan ini juga sebagai tanda bahwa 1 syawal merupakan hari yang dilarang berpuasa. Anjuran ini sesuai riwayat Anas bin Malik, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak berangkat ke lapangan pada hari raya Idul Fitri sebelum makan beberapa kurma. Rasulullah SAW pun memakannya dalam hitungan ganjil, yakni tiga, atau lima, atau seterusnya bila ingin tambah.

عَنْ أَنَسٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ  لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ

Dari Anas bin Malik radliyallahuanhu berkata, “Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fithri hingga beliau memakan beberapa kurma. (HR. Bukhari)

  1. Yang terakhir adalah memberikan salam, artinya salam menyapa dan saling mendoakan, namun perlu diingat bahwa dalam masa pandemic covid-19 ada hukum darurat agar menjaga jarak satu dengan yang lain, yang membolehkan ucapan salam tidak harus diiringi dengan bersalaman atau berjabat tangan. Bahkan saat ini dunia modern bisa dilakukan dengan cara berkomunikasi melalui telfon atau video call dengan sanak saudara keluarga dan teman-teman. (Sy)