Peneliti Epidemiologi: Situasi di Indonesia Saat Ini Belum Memungkinkan Untuk Melonggarkan PSBB

Henry Surendra, SKM., MPH, Ph.D. – Peneliti Epidemiologi Eijikman

SadarGizi.com – Badan Kesehatan Dunia WHO masih memberi peringatan pandemi virus belum berakhir. Hal ini dengan ditemukannya tren global mencapai angka tertinggi kasus covid-19. Di Indonesia, tren kasus baru masih terus meningkat. Hal ini dikarenakan jumlah tes dengan PCR juga meningkat.

Merujuk data tersebut, dengan adanya informasi terkait kelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menarik perhatian dari Peneliti Epidemiologi Eijikman, Henry Surendra, SKM., MPH, Ph.D.

Hal itu disampaikan dalam Diskusi Online dengan Tema Lebaran Sehat 1441 H yang diselenggarakan Kamis (21/05) oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Literasi Sehat Indonesia (LiSan) dan Departemen Kesehatan  BPP Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan (KKSS).

Henry menjelaskan bahwa tren kasus di Indonesia masih menunjukkan angka yang  cukup tinggi kasus covid-19. Sehingga belum memungkinkan untuk melonggarkan PSBB.

“Situasi di Indonesia saat ini, belum memungkinkan untuk melonggarkan PSBB dan upaya pengendalian lainnya”.

Disamping itu, Henry juga menyoroti kebijakan pemerintah yang tidak konsisten dalam pencegahan dan pengendalian covid 19 dan berpengaruh terhadap ketidakpatuhan masyarakat.

“Sebelumnya mudik dilarang, 34 bandara dihentikan penerbangannya, namun belakangan ini dibuka kembali dan boleh pulang kampong dengan syarat-syarat tertentu”.

Menurut data WHO, Henry menjelaskan bahwa salah satu aspek yang paling penting untuk mengalahkan covid-19 adalah melakukan banyak tes.

“Pertanggal 18 Mei 2020, dibandingkan negara lain yang sukses menanggulangi covid-19, Indonesia hanya melakukan 1 tes per 1000 populasi. Indonesia hanya memeriksa 8 orang untuk menemukan 1 kasus positif. Dan di Indonesia yang diperiksa adalah orang-orang yang sudah memiliki gejala berat.”

Masih tingginya kasus covid-19, Henry mengharapkan peran serta masyarakat untuk memutus penularan covid-19 di masyarakat.

“Protokol pencegahan penularan yang tepat adalah physical dan social distancing, menggunakan masker, menjaga higienitas tangan dan membatasi mobilisasi.” (Sy)