Saran Ahli Gizi Agar Tetap Sehat Saat Lebaran

dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK – Ketua yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (foto: liputan6.com)

SadarGizi.com РPerayaan Idul fitri identik dengan hidangan yang lezat. Karena perayaan kegembiraan ini datang setahun sekali, maka wajar jika masyarakat merayakannya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang serba enak. Meski serba lezat, banyak risiko kesehatan ada di balik hidangan lebaran  tersebut.

Seperti disampaikan Ahli Gizi yang juga merupakan Ketua yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK, dalam diskusi online yang bertajuk Lebaran Sehat 1441 H, yang diselenggarakan Kamis (21/05) oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Literasi Sehat Indonesia (LiSan) dan Departemen Kesehatan  BPP Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan (KKSS), bahwa secara umum karakter menu yang dihidangkan dalam perayaan lebaran adalah tinggi gula, tinggi lemak jenuh dan trans, tinggi sodium, rendah serat, tinggi energi dan rendah zat mizi mikro : vitamin dan mineral.

“karakteristik menu tinggi energi/kalori karena satu jenis menu melalui proses pengolahan yang lama dan rumit, satu jenis menu menggunakan banyak bahan. Dan bahan yang digunakan mengandung kalori yang tinggi untuk setiap itemnya.”

Namun karena suasana lebaran, lebih lanjut dr. Tirta menjelaskan bahwa jika terpaksa kita harus merayakan lebaran dan agar kita tetap sehat maka ada beberapa tips sehat yang perlu kita lakukan:

    1. Makanlah dengan gembira;
    2. Makan saat lapar datang, berhentilah bila lapar sudah tidak terasa;
    3. Jika bosan, carilah kegiatan lain;
    4. Jangan letakkan toples kue di depan Anda. Simpan dilemari, keluarkan dalam toples kecil. Ambil secukupnya. Maksimal tiga jenis kukis dan satu buah perhari;
    5. Gunakan gula substitusi;
    6. Ganti santan dengan substitusi atau ganti menu;
    7. Kunyah perlahan. Beri waktu kepada tubuh;
    8. Minum air yang banyak;
    9. Setiap piring hidangan lebaran, pastikan dikonsumsi bersama semangkuk sayuran rebus/acar/kimchi. Sayuran minimal tiga porsi perhari;
    10. Makan alpukat, extra virgin olive oil atau almon panggang. Jika tidak ada kontra indikasi, minum suplemen omega 3.
    11. Makan buah potong, maksimal tiga porsi;
    12. Minum yogurt/kefir water/air cuka apel/makanan fermentasi lainnya;
    13. Tetap bergerak; dan
    14. Maafkan dirimu jika melakukan kesalahan dalam mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan bertobatlah bahwa Anda berjanji hanya akan mengonsumsi makanan pada hari itu saja.

    Selanjutnya dr. Tirta berpesan bahwa, lebaran hanya satu hari yaitu hanya 1 Syawal saja, sehingga memasak menu lebaran secukupnya agar habis dalam satu hari. Jangan berlebihan dan jangan memanasi makanan berulang-ulang. (Sy)