dr. Andi Alfian: Transisi dari PSB Menuju New Normal Sangat Mengkhawatirkan

Dr. dr. Andi ALfian Zainuddin – Dosen Departemen Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Unhas

SadarGizi.com – Data WHO kasus Covid 19 masih menunjukkan tren peningkatan. Walaupun di sejumlah negara, seperti Jepang sudah menunjukan penurunan kasus dan sudah mengeluarkan kebijakn new normal, tapi berbeda dengan Indonesia yang masih menunjukkan peningkatan kasus tapi ikut menerapkan kebijakan new normal.

Adanya kebijakan baru dalam penanganan ksus covid 19 dari penerapan Pembatasn Sosial Berskalan Besar (PSBB) menuju new normal ini sangat mengkhawatikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. dr. Andi ALfian Zainuddin, Dosen Departemen Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Unhas.

Dalam viskusi virtual Pasca PSBB dan Kehidupan New Normal yang diselenggarakan Kamis (28/05) oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Literasi Sehat Indonesia (LiSan) dan Departemen Kesehatan  BPP Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan (KKSS), dr. Alfian menjelaskan bahwa selama proses PSBB berlangsung pemerintah tidak pernah fokus memberikan edukasi ke masyarakat terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), lebih banyak fokus ke proses PSBB dimana ada sanksi bagi pelanggar misalnya toko yang tetap buka akan dicabut izinnya namun disisi lain edukasi cuci tangan yang baik juga tidak ada.

Menurut dr. Alfian, tinjauan akademis PSBB seharusnya belum bisa dihentikan, butuh waktu dengan melihat angka kejadian. Selain Itu pemerintah kita hari ini  lebih fokus pada faktor sosial ekonomi dan mengesampingkan tinjauan epidemiologis.

“Secara akademis PSBB seharusnya belum bisa dihentikan, butuh waktu dengan melihat angka kejadian. Seperti di Makassar belum sama sekali ada penurunan kasus’ hal ini dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi saja dan mengesampingkan tinjaun epidemiologi.”

Melihat tren covid-19 khususnya di Sulawesi Selatan yang belum menunjukkan penurunan angka, dr. Alfian menyarankan bahwa dibutuhkan proyeksi kebijakan, yaitu dengan adanya political will dan political act pemerintahan dan aparat serta keterpaduan geraknya. Selain itu edukasi massif ke masyarakat, pendampingan oleh relawan, penegakan aturan melalui aparat keamanan, Pemetaan kelompok rentan terutama usia lanjut dan memiliki komorbid (penyerta) seperti DM, Hipertensi, dan penyakit lainnya.

Untuk menuju new normal dr. Alfian menekankan pendidikan ke masyarakat harus massif karena menuju new normal, edukasi ke masyarakat menjadi hal yang penting. Pasar di era new normal dan pemahaman role model disetiap lini. Tidak bisa hanya sektor kesehatan,  tapi semua harus mengikuti protokoler pemerintah dari setiap terminal, pasar, dan sekolah pada saat new normal. (Sy)