Kolabobarasi Gema Sadar Gizi, LiSan, KoaLizi Gelar Webinar Paradoks Tahun Ajaran Baru Dan Kehidupan Normal Baru

Poster Diskusi Online Paradoks Tahun Ajaran Baru dan Kehidupan Normal Baru

SadarGizi.com – Berbarengan dengan persiapan pemberlakuan kehidupan normal baru, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan tahun ajaran baru 2020-2021 untuk sekolah dasar dan menengah, akan dimulai 13 Juli mendatang.

Sementara, dalam data yang dihimpun hingga 18 Mei 2020, Ikatan Dokter Anak Indonesia menemukan ada 584 kasus anak yang positif Covid-19, dan 14 anak yang positif meninggal dunia.

Merujuk data dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut, Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi), Literasi Sehat Indonesia (LiSan) dan Departemen Kesehatan BPP Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan (KKSS), www.sadargizi.com dan Forum Nyalakan Lilin Masa Depan, menyelenggarakan webinar dengan tema Paradoks Tahun Ajaran Baru dan Kehidupan Normal Baru.

Webinar yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 6 Juni 2020, pukul 14:00 WIB ini menghadirkan narasumber Dr. dr. Aidah Juliaty A. Baso, Sp.A (K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dan juga merupakan Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. yang merupakan Psikolog sekaligus Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd. yang merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dr. Aminuddin Syam, S.KM., M.Kes., M.Med.Ed, Pakar Kesehatan Masyarakat dan juga Dekan FKM Universitas Hsanuddin, dan Dr. Chazali Husni Situmorang, Apt. yang merupakan Pakar Kebijakan Publik sekaligus Dosen FISIP Universitas Nasional.

dr. Zaenal Abidin, SH., MH. selaku inisiator kegiatan menyampaikan bahwa tujuan diskusi yang digelar ini, agar kita mencermati bahwa ada masalah antara pembukaan sekolah pada Tahun Ajaran Baru 2020 dan Kebijakan Kehidupan Normal Baru yang akan diterapkan. Karena itu, pemerintah wajib untuk memastikan dan mengedapankan perlindungan anak dalam skenario kebijakan tepat dan tindakan yang rinci serta serius, dengan sumberdaya dan biaya ekstra dan dengan tindakan yang matang tanpa toleransi.

Kami tahu bahwa banyak anak-anak kita sudah bosan tinggal di rumah dan jenuh belajar di rumah. Banyak yang sangat ingin kembali ke sekolah seperti sedia kala, kangen berkumpul dengan teman sekolahnya. Namun, jika tanpa kepestian akan jaminan dan perlindungan dari resiko Covid-19, maka hindarilah kebijakan yang beresiko pada anak sekolah. Sebab, tidak ada jaminan anak-anak tidak berkerumun, yang dapat menjadi sebab terjadinya penularan di sekolah, tutur dr. Zaenal.

dr. Zaenal yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Periode 2012-2015 mengkhawatirkan terjadi penularan di sekolah, sekaligus mengharapkan sebuah solusi dari kegiatan diskusi nantinya.

“Ada hal yang kami sering khawatirkan, yakni tertumpahnya kesalahan itu kepada pihak sekolah, guru, atau bahakan anak sekolah sendiri. Kebiasanya masyarakat kita, jarang sekali langsung menumpahan kesalahan yang merugikan itu kepada pejabat publik yang mengambil kebijakan. Karena itu, mari kita dialogkan semua masalah ini dan juga merumuskan skenario kebijakan yang tepat, ketat, dan tindakan yang rinci bersama pakar yang kompeten di bidangnya.”

Sebagai informasi, kegiatan webinar ini akan di moderatori oleh Andi Mukramin Yusuf, S.Gz., MKM dari Literasi Sehat Indonesia yang juga merupakan Dosen di Universitas Al Azhar Indonesia. Kegiatan ini dibuka untuk umum dan dapat diikuti melalu Zoom Meeting dengan Meeting ID: 867 4745 0446 dan Password: LiSan. (Sy)