Pakar Kebijakan Publik; Kebijakan Tahun Ajaran Baru Dalam New Normal Life Harus Memberikan Jaminan Keamanan

Dr. Chazali Situmorang, Apt., M.Sc.

SadarGizi.com – Memasuki fase new normal yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang bertepatan dengan tahun ajaran baru, mengundang kritik dari pakar kebijakan publik, Dr. Chazali Situmorang, Apt., M.Sc. Kritikan tersebut disampaikan┬ádalam diskusi virtual pada hari Sabtu (6/6) yang diselenggarakan oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (Koalizi), Literasi Sehat Indonesia (Lisan) dan, Departemen Kesehatan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan.

Menurut Dr. Chazali, kebijakan yang tepat terkait new normal adalah kebijakan yang harus melihat substansi kebijakan, implementasi dan evaluasi kebijakan. Banyak kebijakan secara konsep indah namun minim implementasi, disisi lain terdapat implementasi namun tidak tepat sasaran maka perlu dilakukan evaluasi kebijakan dimana parameter perlu ditentulkan, manfaat dan implikasinya.

Belum menurunnya tren kasus covid 19 sementara fase New Normal sudah diberlakukan yang bertepatan dengan tahun ajaran baru, Dr. Chazali menjelaskan bahwa kebijakan tahun ajaran baru dalam new normal life harus memberikan jaminan aman berupa keamanan anak-anak dan terbebas dari risiko transmisi virus di lingkungan sekolah, selain itu juga menjamin kesehatan dengan memenuhi konsumsi agar terjaga imunitas tubuh dan bagaimana aktivitas pendidikan di kehidupan normal dapat produktif sehingga dapat memenuhi target proses belajar mengajar itu harus dapat tercapai, supaya kualitas murid-murid itu tetap terjaga. Jangan karena Covid ini menyebabkan menurunnya mutu pendidikan.

“Secara substansi new normal belum ada regulasinya secara nasional, adapun ide atau gagasan pemerintah pusat masih berputar di birokrasi dan belum menyentuh ke lapisan masyarakat, selain itu new normal masih bergantung pada persepektif sektoral/kementrian, sehingga besar kemungkinan terjadi perbedaan cara pandang dan sikap. Pada masa new normal juga ada fase transisi dan belum sesuai dengan standar WHO sebagai syarat penerapan new normal life.”

Dari formulasi kebijakan new normal harus berbeda dari aspek sosial, ekonomi dan perilaku sehat dimasyarakat, dan yang menjadi tantangan adalah sanggupkah pemerintah membuat protokol di setiap satuan, misalnya pendidikan sehingga akan tetap mengikuti protokol dan syarat-syarat kesehatan yang telah ditentukan WHO. Tutur Dr. Chazali.

Sebagai bentuk evaluasi dari penerapan kebijakan diperlukan parameter yang digunakan, manfaat dan implikasinya. Dr. Chazali yang juga merupakan Dosen FISIP Universitas Nasional ini memberikan rekomendasi terkait new normal dalam satuan pendidikan yaitu :

  1. Untuk anak sekolah dasar harus lebih hati-hati dan kuat dalam proses pengawasannya;
  2. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) agar digalakkan untuk pengawasan kesehatan setiap hari;
  3. Pemberian makanan tambahan, gizi, dan vitamin;
  4. Mengatur jumlah makanan tambahan, gizi, dan vitamin;
  5. Mengatur jumlah murid setiap kelas dan memberlakukan batas maksimum perkelas;
  6. Agar sebaiknya guru dibekali dengan pengetahuan praktis tentang Covid-19 dan gejala klinisnya; dan
  7. Komunikasi lebih dimaksimalkan antara orang tua dengan guru terkait aktivitas masing-masing saat di sekolah maupun di rumah.

Adapun rekomendasi tersebut jika dilakukan masih sangat dibutuhkan kerjasama lintas sektoral agar tercipta sebuah lingkungan yang aman bagi anak, terang Dr. Chazali. (Sy)