Ahli Gizi; Mempersipkan Generasi Unggul Harus Dimulai Sejak Calon Ibu Masih Remaja

dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., SP.GK – Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi/Dosen FKK UMJ

SadarGizi.com – Peran asupan gizi yang optimal bagi ibu dalam mempersiapkan generasi emas dan unggul sangat penting, sehingga perlu bagi ibu untuk melakukukan upaya agar terpenuhi asupan gizinya bahkan jauh sebelum ibu mengandung.

Dalam diskusi online menyambut peringatan Hari Anak Nasional tahun 2020, yang digelar Sabtu (4/6) oleh Literasi Sehat Indonesia (LiSan), Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi) dan Departemen Kesehatan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., SP.GK mengungkapkan bahwa gizi optimal tentunya tidak disiapkan baru ketika anak lahir, tetapi disiapkan jauh sebelumnya. Karena itu ketika kita ingin melahirkan generasi unggul, generasi emas maka harus disiapkan jauh sebelum anak itu lahir.

“Sesungguhnya kehidupan seseorang kita melihatnya sebagai siklus sehingga saling berkaitan. Apa pun yang terjadi pada seseorang dalam suatu waktu pada umur tertentunya maka perkembangan pada umur tententu tersebut akan dibawah kepada kelompok umur berikutnya. Hal yang paling nyata, anak yang dilahirkan dalam keadaan baik, insyaaAllah dan sesungguhnya ia telah mendapatkan perawatan kesehatan, mendapatkan asupan gizi, mendapatkan kasih sayang semenjak sebelum ia dilahirkan, yakni ketika masih dikandung oleh ibunya selama sembilan bulan.”

dr. Tirta yang merupakan dosen FKK Universitas Muhammadiyah Jakarta ini menjelaskan bahawa persiapan membentuk generasi unggul bahkan harus dipersiapkan ketika calon ibu masih usia remaja.

“Pelayanan atau asupan gizi dan pemberian kasih sayang yang dilakukan selama sembilan bulan ini tentunya telah pula disiapkan oleh sang ibu jauh sebelum ia mengandung. Yaitu, pada saat ia mulai remaja, mulai pubertas, saat organ-organ reproduksinya mulai terbentuk. Pada saat inilah merupakan masa awal, di mana seorang ibu berinvestasi menyiapakan diri untuk melahirkan generasi unggul.”

Sebagai contoh masalah gangguan pertumbuhnan yang dijumpai pada generasi sekarang, dr. Tirta menjelaskan contoh patologis sebagai siklus kehidupan manusia yang saling berkaitan.

“dimana bayi yang memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) sebenarnya merupakan hasil dari ibu yang ketika ia hamil menderita kurang energi kronik dan sepanjang kehamilannya kenaikan berat badannya sangat rendah sehingga anaknya dilahirkan dengan BBLR. Kemudian tumbuh menjadi balita yang kurang energi protein, lalu berkembang menjadi anak usia sekolah, remaja yang mengalami ganguan pertumbuhan dan seterusnya, seperti sebuah siklus yang bila tidak segera diputus maka akan menjadi lingkaran setan yang berulang-ulang.” (Sy)