Psikolog; Mental Ibu Mempengaruhi Anak, 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak Adalah Pondasi Dasar Menanamkan Karakter

Dinuriza Lauzi, M.Psi – Psikolog

SadarGizi.com – Mental merupakan aspek penting dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang memiliki mental yang baik akan berpengaruh terhadap keputusan-keputusan yang diambilnnya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga seorang Ibu yang memiliki mental yang baik, akan berpengaruh baik terhadap keputusannya dalam mendidik dan mengasuh anaknya.

Hal ini disampaikan Psikolog Dinuriza Lauzi, M.Psi dalam diskusi online menyambut peringatan Hari Anak Nasional tahun 2020, yang digelar Sabtu (4/6) oleh Literasi Sehat Indonesia (LiSan), Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (KoaLizi) dan Departemen Kesehatan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dengan tema “Ikhtiar Mewujudkan Generasi Emas Sejak Dini”.

Dinuriza mengungkapkan bahwa ketika berbicara 1000 hari pertama pada bayi maka memang kita tidak bisa fokus kepada bayinya saja, karena bayi 0-2 tahun itu sangat bergantung dengan ibunya.

“Karena ibu adalah figur utama yang menjadi sumber kebergantungan bayi pada periode awal pertumbuhan dan perkembangannya. Ibu dan bayinya adalah satu paket. Maka memperhatikan kondisi mental ibu menjadi penting seiring kondisi asupan mental pada bayi usia 0-2 tahun.”

Pada periode awal bayi khususnya usia 0-5 bulan, ibu adalah penyedia asupan gizi utama bagi bayi melalui asi eksklusif sebelum adanya MPASI. Ibu yang memiliki kondisi psikologis yang bahagia dan positif akan mudah memberikan asupan mental yang positif terhadap bayinya. Bayi akan merasakan kasih sayang ibu, penerimaan juga kedekatan emosional yang terbangun melalui aliran ASI. ungkap Dinuriza.

Untuk mendapatkan kondisi psikologis ibu yang positif maka kita runut ke belakang sejakĀ  masa kehamilan. Karena proses psikologis seorang ibu terhadap bayinya sudah dimulai sejak ibu pertama kali melihat hasil tes pack.

“Perasaan bahagia ibu yang melihat 2 strip hasil tes pack, kemudian disusul dengan perjalanan kondisi kehamilan mulai dari trimester pertama hingga trimester akhir akan menjadi dasar bagaimana kondisi psikologis ibu saat melahirkan bayinya. Tiap trimester kehamilan pun ibu akan mengalami perasaan yang berbeda-beda. Bisa saja kondisi psikologis yang dialami ibu di trimester pertama akan menetap atau muncul kembali di trimester akhir. Karena kondisi psikologis tidak bisa runtut prosesnya seperti tahapan trimester kehamilan.

Perasaan yang berkecamuk antara bahagia, cemas, khawatir, takut, senang dan sebagainya akan dirasakan ibu selama proses hamil dan diawal kelahiran bayinya. Hal ini khususnya bila ibu baru pertama kali punya pengalaman memiliki anak. Sehingga kalau kita ikuti kondisi psikologi si ibu hingga hari kelahiran disitulah 1000 hari pertama kehidupan si bayi dilihat. Disitu akan dilihat bagaimana pola pengasuhan, pola pendidikan kepada si bayi tersebut. Lanjut Dinuriza.

Asupan mental pada bayi 0-2 tahun sangat penting, karena kita sedang berbicara tentang manusia dimana manusia memiliki konsep-konsep yang sangat dinamis dan kompherensif yang tidak hanya terdapat aspek fisik saja tapi juga ada aspek mental psikologis yang masuk ke perkembangan seorang anak atau seorang individu.

“1000 hari pertama pada kehidupan anak dimulai sejak usia 0-2 tahun adalah masa-masa kita menanamkan pondasi dasar pembentukan karakter. Pada fase inilah bayi belajar untuk menguasai aspek-aspek fundamental perilaku yang akan berlanjut ke fase selanjutnya dalam tumbuh kembang anak tersebut. Disini bayi mulai belajar untuk adaptasi, pengendalian juga disiplin. Tiga aspek dasar yang secara signifikan memberikan pondasi pembentukan kepribadian anak di masa yang akan datang di fase perkembangan selanjutnya.” (Sy)