Memahami Pentingnya Soft Skill Bagi Anak Menurut Psikolog

Dinuriza Lauzi, M.Psi – Psikolog, Penulis & Konten Kreator

SadarGizi.com – Soft skill adalah karakter dan keterampilan dalam diri anak, terkait hubungannya dengan orang lain. Keterampilan yang dimiliki anak ini muncul ketika anak bersosialisasi, berkomunikasi, bernegosiasi, bertingkah laku, juga dalam kecerdasan emosionalnya.

Menurut psikolog Dinuriza Lauzi, M.Psi, dalam serial diskusi peringatan Hari Anak Nasional 2020, yang diselenggarakan Komunitas Literasi Gizi (Koalizi), Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Literasi Sehat Indonesia (LiSan), Dep. Kesehatan BPP. KKSS, Bakornas LKMI PB. HMI dan, www.sadargizi.com  dengan topik: “ Menyiapkan Kecerdasan dan Soft Skills Anak Sekolah” masalah di Indonesia sekarang adalah kurangnya soft skill dimana yang dominan terlihat adalah kurangnya kedisiplinan.

‘Bahkan kurang disiplin menjadi salah satu karakteristik utama yang dimiliki oleh orang Indonesia.’

Niza yang juga merupakan penulis dan konten kreator ini menjelaskan bahwa, soft skill terdiri dari 2 bagian :

Petama, Intrapersonal skill : kemampuan individu yang lebih menekankan pada kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri. Misalnya, inisiatif, mengatur waktu, motivasi, berpikir kreatif kemauan belajar, mandiri, beretika, disiplin, percaya diri, berpikir kritis, mengatasi stress dan berkomitmen.

Kedua, Interpersonal skill : kemampuan yang membuat seseorang mudah menjalin hubungan dengan orang lain. Kemampuan ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain; mudah berkomunikasi, mampu membangun hubungan kerjasama, punya jiwa kepemimpinan, bisa bernegosiasi, mudah mempresentasikan pikirannya, dan mampu bicara dimuka umum.

Lebih lanjut Niza mengungkapkan bahwa soft skill merupakan kemampuan individu dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal) dan hubungannya dengan orang lain (interpersonal) untuk mendukung kemampuan teknis yang dimiliki. Kemampuan teknis yang dimaksud adalah hard skill seperti membaca, berhitung, berpendapat, dan lainnya.

Untuk membentuk soft skill anak, Niza menjelaskan bahwa harus dimulai sejak anak masih bayi dan balita.

“pondasi utama dari soft skill dimulai dari masa bayi dan balita, didesain pada masa pra sekolah, dibangun pada masa sekolah dan dipraktikkan pada masa usia remaja dan dewasa.”

Pentingnya soft skill bagi anak, Niza memberikan tips untuk membangun soft skill anak.

Pertama. Jadilah teladan. Orang tua harus menjadi teladan dari anak.

Kedua, saat terbaik mengajarkan anak adalah saat terjadi konflik. Pada saat anak mengalami masalah, maka kesempatan buat orang tua untuk mengajarkan soft skill kepada anak.

Ketiga, common sense. Penting diajarkan tentang nilai-nilai yang berlaku di masyarakat yang bisa diterima, antara nilai kebaikan dan keburukan dan nilai mana yang benar dan salah.

Keempat, Aqidah adalah kunci dari semua soft skill dan yang paling penting dan nomor satu untuk diajarkan kepada anak. (Sy)