Pendekatan Kesehatan Spiritual Dalam Penanganan Pasien Dengan Covid-19

Poster Diskusi Pendekatan Kesehatan Spiritual Dalam Penanganan Pasien Dengan Covid-19

Oleh: Zaenal Abidin

Webinar Jumat pekan ini merupakan kelanjutan dari webinar pekan-pekan sebelumnya. Konsepnya tetap dibuat dalam rangka sedekah ilmu dan pengalaman serta meniru prinsip Khubah Jumat, yakni ingin memberi jawaban sebagian masalah penting yang dihadapi umat/masyarakat dalam satu pekan dan setidaknya menyampaikan apa yang sebaiknya dilakukan pekan-pekan berikutnya.

Pada webinar Jum’at dua pekan sebelumnya (29 Januari 2021) kami mengambil tema,  “Mewaspadai Gangguan Kesehatan Mental Pasien dengan Covid-19″. Ketika itu narasumber Dinuriza Lauzi (psikolog) dan dr. Agung Frijanto (psikiater) menyampaikan bahwa  selain pendekatan aspek kesehatan mental, perlunya pula dilakukan pendekatan kesehatan spiritual pada pasien dengan Covid-19.

Kebetulan Jum’at pekan lalu kami sudah memilih tema “Memahami Isolasi Mandiri di Rumah”, sehingga pendekatan kesehatan spiritual baru dapat diangkat pada pekan ini. Tentu saja pemilihan tema ini kami  komunikasi kembali bersama teman-teman sesama penyelenggara, dari Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Bakornas Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) PB HMI, Komunitas Literasi Gizi, Departemen Kesehatan BPP. KKSS dan tentu saja dengan para nara sumber.

Orang sering berkata bahwa jati diri manusia yang paling sejati dan asasi adalah spiritual atau ruhaninya. Karena itu sering pula manusia itu disebut makhluk spiritual atau ruhani. Mengapa diesebut paling asasi, karena tanpa spiritual atau ruhani, manusia tak ubahnya seperti tumbuh-tumbuhan atau hewan.

Pengertian spiritual dapat dilihat dari berbagai sumber. Misalnya, dari Oxford English Dictionary, kata spiritual dapat ditemukan makna berikut ini: persembahan, dimensi supranatural, berbeda dengan dimensi fisik, perasaan atau pernyataan jiwa, kekudusan, sesuatu yang suci, pemikiran intelektual dan berkualitas, adanya perkembangan pemikiran dan perasaan, adanya perasaan humor, adanya perubahan hidup, dan berhubungan dengan organisasi keagamaan. Sedangkan berdasarkan etimologinya, spiritual berarti sesuatu yang mendasar, penting, dan mampu menggerakkan serta memimpin cara berpikir sebagai penentu kebahagiaan dan bertingkah laku seseorang.

Spiritualitas setiap individu dipengaruhi oleh budaya, perkembangan, pengalaman hidup, kepercayaan dan ide-ide tentang kehidupan. Spritualitas memberi suatu perasaan yang berhubungan dengan intrapersonal (hubungan antara diri sendiri), interpersonal (hubungan antara orang lain dan lingkungan), dan transpersonal (hubungan yang tidak dapat dilihat, yaitu suatu hubungan dengan Tuhan atau Ketuhanan, yang merupakan kekuatan yang tertinggi).

Adapun unsur-unsur spiritualitas meliputi, kebutuhan spiritual dan kesadaran spiritual, dan kesehatan spiritual. Bahkan ada pula istilah jalan spritual, ikatan spiritual, dan lain-lain. Karena itu dimensi spiritual itu merupakan gabungan antara unsur psikologikal, fisiologikal, sosiologikal, dan spiritual.

Kata spiritual seringkali digunakan secara bergantian dengan kata religi, namun sebenarnya keduanya terdapat perbedaan. Religi adalah suatu sistem dan praktik yang berhubungan dengan Yang Maha Kuasa (Smith, 1995). Religi juga sering dikatakan sebagai jembatan menuju spiritual yang membantu cara berpikir, merasakan, dan berperilaku serta membantu seseorang menemukan makna hidup. Sedangkan praktik religi merupakan cara individu mengekspresikan spritualnya. Jadi dapat dikatakan bahwa konsep religi lebih sempit daripada spiritual.

Di atas kita telah urai sepintas mengenai spiritual. Pertanyaannya yang sering muncul, misalnya: Apa kesehatan spiritual itu? Bagaimana mengetahui bila seseorang mengalami masalah kesehatan spiritual? Bagaimana menyegarkan daya kesehatan spirirual pasien pada dengan Covid-19? Dan seterusnya.

Untuk menjawab pertanyaan di atas dan membahas lebih lanjut membahas lebih lanjut  mengenai kesehatan sipritual ini, kami mengundang tiga orang pakar. Ketiganya akan “mengeroyok” atau membahas tema sesuai dengan bidang kepakaran masing-masing. Dr. dr. Taufik Pasiak, M.Pd, M.Kes (Pakar Neurospiritual/ Dekan FK UPN) akan mengambil judul: “Kinerja Fungsi Eksekutif Otak dan Kesehatan Spiritual dalam Penanganan Pasien dengan Covid-19”. Dinuriza Lauzi, S.Psi, M.Psi (psikolog) dengan judul: “Pendekatan Psikospiritual dalam Penanganan Pasien dengan Covid-19″. Sedangkan dr. Era Catur Prasetya, Sp.KJ (Seksi Religi dan Spriritual PDSKJI akan mengupas: “Pendekatan Cognitive Behavior Therapi berbasis Religi Spiritual pada Pasien dengan Covid-19”.

Semoga webinar ini memberi manfaat.

Billahi Taufik Walhidayah,

Jati Asih, 12 Februari 2021