Urgensi Air Bersih Saat Bencana, Perlu Contingency Plan dan Belajar Dari Sejarah

Poster Diskusi Virtual, Air Bersih Yang Sering Dilupakan

SadarGizi.com – Air adalah salah satu elemen utama di Bumi yang menjadi bagian tidak terpisahkan bagi seluruh manusia. Makhluk hidup tidak dapat hidup jika tidak ada air, sehingga air sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan makhluk hidup.

Air dalam tubuh manusia sangat berfungsi untuk mengisi cairan dalam tubuh dengan meminum air. Selain untuk penghilang rasa haus dan manfaat utama lainnya air untuk tubuh, air juga memiliki manfaat lain yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan. Dalam keadaan apa pun manusia pasti butuh air bersih, lebih lagi dalam situasi bencana.

Dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi bekerjasama dengan Depeartmen Kesehatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan dan Bakornas LKMI PB HMI Jum’at 19 Maret 2020, Dr. dr. Lucky Tjahjono, M.Kes selaku ketua Emergency Medical Team mengungkapkan bahwa air bersih sangat urgen pada saat penanggulangan bencana dan akses lokasi dapat memperberat penanggulangan.

“Air bersih sangat urgen pada saat penanggulangan bencana dan akses lokasi dapat memperberat penanggulangan.”

Sebagai sosok yang sering terlibat dalam kegiatan penaggulangan bencana, dr. Lucky menyarankan bahwa akses yang sulit dilokasi bencana membutuhkan contingency plan atau tindakan alternative dan contingency plan harus melibatkan banyak sektor.

Dikesempatan yang sama dr. Sarbini Abdul Murad yang merupakan Ketua Presidium MER-C mengungkapkan bahwa urgensi air bensi pada saat bencana sosial menuntut kita untuk belajar dari pengalaman bencana-bencana besar sebelumnya.

“Pengalaman adalah guru terbesar. Menangani urgensi air bersih pada saat bencana sosial maka kita perlu belajar dari pengalaman dimasa lalu. Kunci kemenangan pada perang badar adalah penguasaan terhadap Air. Sehingga air harus menjadi prioritas di persiapkan pada saat terjadi konflik.”

Jepang adalah salah satu negara yang paling cepat dalam menangani bencana yang terjadi. Bahkan sebelum terjadi bencana, Jepang sudah mempersiapkan diri tekait langkah-langkah strategis yang harus ditempuh ketika terjadi bencana. Terang dr. Sarbini.